Kegiatan Budidaya 2017

Memaknai apa yang terkandung di dalam Visi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat yakni “ Terwujudnya Tata Kelola Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Yang Kompetitif dan Berkelanjutan “ , maka visi tersebut semakna dengan apa yang menjadi visi perikanan budidaya secara nasional yakni “Perikanan Budidaya Yang Mandiri , Berdaya Saing dan Berkelanjutan “.Dan apa yang diimplementasikan dalam Rencana Kerja SKPD khususnya pada tahun anggaran 2017 juga sudah mencerminkan program dan kegiatan yang dilakukan pada tingkat nasional.

Secara umum Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dalam mewujudkan Visi tersebut di atas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah ke-3 tahun 2015 – 2019 mempunyai 7 (tujuh) kegiatan unggulan yakni Pengembangan Pakan Ikan Mandiri untuk Menekan Cost < 60% , Pengembangan sentra perikanan budidaya terpadu dengan pengolahan produk perikanan, Peningkatan daya saing produk (CBIB, CPIB), Meningkatkan produksi perikanan, termasuk marine culture /kekerangan, Penyediaan Indukdan Benih Ungguldi UPT Pusat / UPTD, Pelestarian dan keberlanjutan SumberdayaPerikanan Budidaya, dan Peningkatan Usaha Pembudidaya Ikan.

Sementara itu Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat memiliki 14 (empat Belas ) program yang dilaksanakan dengan sumber Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APDB II Lombok Barat ). Secara umum semua program tersebut secara langsung maupun tidak langsung telah mendukung kegiatan perikanan budidaya. Akan tetapi terdapat 3 (tiga) program yang melekat erat dengan tugas pokok dan fungsi perikanan budidaya ( Bidang Perikanan Budidaya ) secara khusus. Ketiga program tersebut adalah Program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumber daya kelautan, Program Pengembangan Perikanan Budidaya dan Program Pengembangan Kawasan budidaya laut, air payau, dan air tawar.

Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan pada tahun anggaran 2017 memiliki kegiatan antara lain sebagai berikut.

  1. Restocking Perairan Tawar.

Kegiatan ini diimplementasikan dengan kegiatan penebaran bibit ikan di perairan umum khususnya Perairan Umum Daratan. Restocking di perairan umum dilakukan untuk menjaga dan melestarikan sumberdaya alam yang ada. Kegiatan ini juga pada sisi lain ikut membantu pemenuhan kebutuhan gizi asal ikan pada masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan dalam dua tahap kegiatan. Restoking tahap I dengan lokasi DAS II Jangkok desa Buwun Sejati Kecamatan Narmada dengan Jumlah 23.500 ekor Ikan Nila dan Mas. Tahap II dilakukan di tiga lokasi badan air ( Sungai dan dam ) yang ada di kabupaten Lombok Barat yakni di lokasi Mata Air Kelebot desa Tempos, Kali Remeneng Desa Batu Kantar desa Narmada dan Dam Telaga Lebur desa Sekotong Tengah Kec. Sekotong. Dengan jumlah Bibit 69.290 ekor.

 

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan

Sebagaimana tahun anggaran 2016 kegiatan ini dilanjutkan pada tahun anggaran 2017. Hal ini mengingat fenomena yang rutin terjadi di tingkat pembudidaya yaitu terkait dengan hama dan penyakit serta kualitas air budidaya. Monitoring dan pemantauan menjadi kegiatan yang harus dilakukan. Uji kualitas air dan identifikasi hama penyakit ikan dilakukan bekerjasama dengan Balai Karantina Ikan Mataram, sementara itu sosialisasi hama dan penyakit ikan juga tetap dilakukan dengan melibatkan kelompok-kelompok pembudidaya ikan.Pada tahun anggaran 2017, Sosialisasi Hama dan Penyakit Ikan diikuti oleh 80 (delapan puluh) orang peserta yang meliputi pada Kepala Dusun di wilayah Desa Batu Kumbung, pengurus dan/atau anggota kelompok pembudidaya ikan, Penyuluh Perikanan dan Penyuluh Perikanan Bantu yang berada/bertugas di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, para peserta diberikan pembekalan mengenai jenis-jenis penyakit ikan berikut cara pencegahannya, jenis-jenis obat ikan serta klasifikasi dan aturan label obat-obat ikan.

Selain sosialisasi hama dan penyakit ikan, uji kulaitas air dan hama penyakit ikan juga dilaksanakan dengan sampel yang berasal dari berbagai lokasi. Adapun hasil uji hama dan penyakit ikan di Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2017 dapat dilihat pada bagian lampiran laporan ini.

Program Pengembangan Budidaya Perikanan yang terdiri dari 4 kegiatan dengan Rincian kegiatan implementasi sebagaimana tercantum di bawah ini.

  1. Pembinaan dan pengembangan perikanan melalui pengembangan pasar benih ikan.

Pasar benih ikan yang berlokasi di desa Sigerongan Kecamatan Lingsar, merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dari balai benih ikan air tawar. Bagian ini juga memiliki kewajiban dalam pembinaan dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Lombok Barat. Untuk itu sarana dan prasarana yang ada di pasar benih harus memadai, guna mengemban kewajiban tersebut.

Pada tahun anggaran ini sarana produksi yang difasilitasi adalah berupa Pakan Ikan, Bibit Ikan untuk kegiatan pendederan, Vitamin, dan sarana peningkatan produktivitas primer kolam seperti kapur tohor, pupuk kandang, urea dan TSP. Sarana untuk distribusi benih juga disiapkan dengan harapan pelayanan terhadap konsumen bisa lebih optimal.

  1. Optimalisasi fungsi Balai Benih Ikan;

Dalam pelaksanaan kegiatan ini terurai pada beberapa detail kegiatan seperti penambahan sarana teknis sebagai berikut :

  • Pengadaan Hi Blow
  • Pemeliharaan gedung Balai Benih Ikan seperti Pengecatan, Rehab Plafon, perbaikan pintu dan perbaikan papan nama BBI
  • Pengadaan induk/ calon induk.
  1. Pengembangan Komoditas denpond tambak sebagai upaya pengembangan kawasan budidaya payau;

Optimalisasi UPT juga dilakukan terhadap Tambak Dinas, terutama dalam rangka peningkatan produksi yakni dengan pengadaan sarana produksi budidayaseperti bibit, pakan, pupuk, obat-obatan dan sarana administrasi lainnya.

Tambak dinas merupakan salah satu sarana percontohan dalam pengembangan budidaya air payau. Disisi lain UPT tambak merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinas kelautan dan perikanan Kab. Lombok Barat. Sehingga secara routin unit pelaksana teknis dinas ini difasilitasi untuk pengadaan sarana produksi secara umum.

 

  1. Pengembangan balai benih ikan air tawar;

Balai Benih Ikan Air Tawar Kabupaten Lombok Barat yang berada di desa Peteluan indah kecamatan Lingsar, sebagaimana UPT lain juga mengemban misi sebagai institusi penyuluhan, pembinaan, dan institusi produksi yang berkewajiban menghasilkan Pendapatan Asli Daerah untuk Dinas kelautan dan Perikanan Kab. Lombok Barat.

Oleh karena itu input produksi berupa pakan, obat-obatan, pupuk dan sarana lainnya mutlak diadakan. Penguatan kelembagaan seperti pembenahan administrasi dan tata kelola unit pembenihan bersertifikat harus dilakukan, apalagi UPT balai benih ikan ini sudah menyandang status sebagai institusi pemegang sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB ) sejak tahun 2014.

 

Sedangkan program Pengembangan Kawasan Budidaya Laut, Air Payau dan Air Tawar terdiri dari 1 kegiatan yakni Pengembangan budidaya air laut, air payau dan air tawar, yang terdiri dari beberapa kegiatan implementatif, sebagaimana tercantum dalam uraian di bawah ini.

  1. Dokumen Kawasan Mina Politan Air Tawar ( desa Sigerongan)

Dokumen pengembangan kawasan minapolitan secara umum memuat perencanaan yang terintegrasi antara pembangunan sector kelautan dan perikanan dengan sector lain yang ikut mendukung dengan mengembangkan kawasan dengan berbagai fasilitas seperti infra struktur, sarana dan prasarana pendukung lainnya yang akan mendukung kegiatan kelautan dan perikanan dari hulu sampai hilir. Sehingga akan jelas terlihat dampaknya bagi masyarakat sekitar terutama dalam peningkatan kesejahteraannya.

  1. Pengadaan Bibit Dan Pakan Ikan

Pengadaan bibit dan pakan ikan merupakan Pengadaan barang yang akan diserahkan kepada masyarakat. Kegiatan ini diperuntukan untuk dua (2) kelompok, yang berada di kecamatan Lingsar yakni kelompok pembudidaya ikan Beriuk Maju Dusun Terep desa Bug Bug dan Kelompok Pembudidaya Ikan Repok Keri desa Saribaye Lingsar.

Sementara itu pada tahap berikutnya juga difasilitasi satu kelompok yang berada di desa Babussalam kecamatan Gerung untuk mendapatkan fasilitas berupa pakan dan benih ikan.

  1. Pembuatan Balai Pertemuan.

Kegiatan ini berlokasi di desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar. Kegiatan pembangunan ini diharapkan sebagai wadah tempat berkumpulnya para pembudidaya ikan atau stake holder lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan maupun SDM dengan pembinaan dan pelatihan yang diadakan oleh sector terkait maupun oleh sector lain yang terkait.

  1. Penataan Kawasan Budidaya Lingsar.

Dalam rangka pembenahan kawasan budidaya ikan air tawar khususnya di kecamatan lingsar, maka berbagai penataan terus menerus dilakukan salah satunya pembangunan sarana budidaya sekaligus sarana untuk berwisata dan penyaluran hobi mancing ikan. Sarana seperti ini diharapkan akan mempercepat proses perkembangan kawasan lingsar guna perputaran uang yang lebih cepat, yang mana pada akhirnya menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitarnya.

  1. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pemberdayaan Usaha Skala Kecil Masyarakat Kelautan dan Perikanan ( PembudidayaIkan ).

Kegiatan ini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana budidaya. Melalui dempond atau percontohan budidaya dengan melibatkan kelompok-kelompok pembudidaya. Guna peningkatan daya saing produk (CBIB, CPIB), peningkatkan produksi perikanan, Penyediaan Indukdan Benih Ungguldi UPT Pusat / UPTD, dan Peningkatan Usaha Pembudidaya Ikan. Kegiatan ini diberikan pada 480 kk yang tergabung dalam 61 kelompok budidaya yang memiliki komitmen untuk maju dan berkembang guna peningkatan produksi perikanan budidaya dan kesejahteraannya. Pada tahun anggaran 2017 Sarana produksi yang diadakan adalah Benih / bibit ikan gurami, Nila, Mas, lele, ikan hias air tawar, poly culture Rumput laut gracilaria, bandeng dan udang, Budidaya bandeng Semi Intensif.

Pada beberapa titik sentra budidaya atas inisiatif beberapa unsur dalam masyarakat mengusulkan pengembangan karamba ikan air tawar. Sehingga sebagai tindak lanjutnya difasilitasi 2 kelompok pembudidaya ikan yang berada di wilayah kecamatan Narmada untuk mendapatkan sarana budidaya dimaksud lengkap dengan pakan dan benih ikannya., pakan ikan, dan benih ikan air tawar, disamping itu juga Sarana pendukung budidaya ( peralatan budidaya.) .

 

Sementara itu untuk mendukung tujuan dan sasaran pembangunan perikanan budidaya secara nasional, pada tahun anggaran 2017 ini telah digulirkan berbagai program dan kegiatan yang mana pada umumnya merupakan bantuan langsung kemasyarakat, khususnya para pembudidaya ikan yang tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan. Program dan kegiatan tersebut secara umum disampaikan sebagai berikut.

  1. Dukungan Kebijakan strategis pembangunan perikanan budidaya yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui pelestarian plasma nutfah dengan pengendalian terhadap penangkapan lobster. Diimplementasikan dengan pemberian fasilitas kegiatan budidaya sesuai dengan kegiatan yang ingin dilakukan. Komoditas yang diminati oleh para nelayan tersebut adalah Lele, Bandeng, Rumput laut, dan bawal bintang. Kegiatan ini dilakukan pada kawasan yang merupakan daerah penangkapan benih lobster, tepatnya di desa Buwun Mas yang tersebar pada beberapa dusun dengan kelompok sasaran sebanyak 22 Kelompok dengan 299 RTP penerima.
  2. Dalam rangka penyediaan sarana budidaya guna mendukung percepatan peningkatan produksi perikanan budidaya, dibutuhkan peningkatkan keterlibatan kelompok pembudidaya ikan sekaligus penguatan kelembagaan pembudidaya ikan dalam revitalisasi sarana. Untuk itu melalui APBN TA 2017 juga sudah dan sedang digulirkan Bantuan Sarana Kelompok pembudidaya Ikan (Bansarpok) pada 4 kelompok.
  3. Fasilitasi terhadap lembaga-lembaga/ yayasan-yayasan pendiidikan pada tahun anggaran 2017 ini juga disampaikan oleh Departemen Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Untuk Kabupaten Lombok Barat Sarana budidaya Lele dengan system Bioploks diberikan kepada Yayasan Pondok Pesantren Haramaen Desa Lambuak kecamatan Narmada dan Yayasan Tarbiatul Ikhlas Desa Jembatan Kembar Timur Kecamatan Lembar
  4. Sementara itu dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan dalam sektor perikanan budidaya khususnya kemandirian pakan, telah dilaksanakan Program Gerakan Pakan Ikan Mandiri yaitu dengan memfasilitasi 1 kelompok pembudiaya ikan .
  5. Bantuan bibit ikan sebanyak 336.500 ekor berupa ikan nila dan mas. Kegiatan ini difasilitasi dari dana APBN RTP penerima tersebar pada beberapa lokasi di Kabupaten Lombok barat.
  6. Integrated Multi Trofic Aquaculture (IMTA) merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia bekerja sama dengan kelompok pembudidaya ikan air payau yang ada di Kecamatan Lembar desa Labuan Tereng yakni Pokdakan tambak terune dengan jumlah anggota dan pengurus 10 orang. Kegiatan ini memanfaatkan tambak-tambak idle dengan melakukan aktivitas budidaya perikanan di dalamnya. Hal ini dilakukan terhadap 3 jenis komoditas dengan kebiasaan kehidupan yang berbeda. Komoditas tersebut adalah bandeng, rumput laut dan teripang.
  7. Kegiatan lintas sectoral lain yang cukup menonjol adalah kegiatan legalitas atas aset rumah tangga perikanan budidaya yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional. Lahan Budidaya atau areal pekarangan yang belun disertifikasi mendapatkan fasilitas untuk disertifakasi .dengan harapan bisa digunakan untuk jaminan akses permodalan dilembaga keuangan seperti perbankan, dll.

Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Budidaya yang diimplementasikan melalui program dan kegiatan tersebut di atas diselenggarakan secara terintegrasi dan berbasis kelompok masyarakat. Semuanya diharapkan bisa meningkatan produksi dan produktivitas, Nilai tambah, terciptanya kontinuitas produksi dan efisiensi serta meningkatnya daya saing komoditas untuk meningkatkan pendapatan pembudidaya dan penyerapan tenaga kerja serta Kesejahteraan masyarakat perikanan budidaya.

Dampak dari program dan kegiatan tersebut, terlihat dari tingkat pencapaian produksi perikanan budidaya pada semua komoditas dan kegiatan budidaya, baik budidaya tawar, payau maupun laut. Dimana pada tahun 2017 pencapaian produksi perikanan budidaya tercatat sebesar 89.957,85 ton. Sedangkan pada tahun 2016 tercatat produksi sebesar 88.874,67 ton atau terjadi peningkatan produksi sebesar 1.083,18 ton (1,22 %) Meskipun pada berbagai kegiatan budidaya terjadi penurunan tingkat pemanfaatan, akan tetapi tingkat penerapan teknologi budidaya ternyata mampu mendongkrak produksi.

 

No.

Jenis Kegiatan

Potensi

(Ha)

2017

Pemanfaatan (Ha)

Produksi (Ton)

1

2

3

8

9

I

Budidaya Air Tawar :

 

 

 

  • KolamAir Tenang

2.918,1

878,35

6.874,92

  • Kolam Air Deras

100

35

1.120,42

  • Mina Kangkung

441

135,83

75,14

  • Mina Padi

970

477,29

461,95

  • Keramba

70

1,3

1.047,77

II

Budidaya Tambak

873

460

27.672,00

III

Budidaya Laut :

 

 

 

  • Kerang Mutiara/Mutiara

3.550

790

0, 102 *

  • Kerapu, Lobster dan Biota lainnya

200

0,22

5,38

 

 

  • Rumput laut

5.000

800

52.693.73

IV

Penangkapan :

 

 

 

  • Laut

15.964

10.731,1

11.227,8

  • Perairan Umum

423,9

108

69,78

Jumlah

30.510

14.417

101.248,89

Sambutan
PELAYANAN
LKPP
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI